Yusni ألهم الصديق

bismillah

23 Maret 2024

author photo


 

SURAH ALMAA'UUN

  PEMATIK:

1. Golongan munafik atau pendusta agamakah kitakah?

2. Celakalah golongan munafik dan pendusta agama 

3. Pesan surah al-mauun


Almaa'uun - الماعون

   

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 


SURAH ALMAA'UUN


Surah Alquran (Makkiyah - 7 ayat) ke 107 almaa'uun (sesuatu yang bermanfaat) ini terlihat lembut dari arti judulnya tapi ternyata menceritakan pencirian pendusta (orang munafik) yang malah mereka di sisi agama (belajar bahkan ahli urusan agama), makna

Ayat 1 yang artinya " Apakah engkau melihat (aroaita) orang-orang yang mendustakan (yukazzibu) agama (addiin) ". 

Ayat 2 " Mereka itulah orang-orang yang menghardik (yadu'ul) anak yatim (yatiim) "

Ayat 3 "dan tidak menganjurkan (yahuddu) memberi makan (tho'aam) orang miskin (miskiin) "

Ayat 4 "Maka celakalah (masuk neraka weil) pelaku sholat "

Ayat 5 "Yang dalam mengerjakan sholatnya, mereka lalai (saahuun) "

Ayat 6 "Yang mereka kerjakan untuk riya (pamer : dilihat) " 

Ayat 7 "dan mencegah dari hal-hal yang bermanfaat (maa'uun)"


1. Golongan munafik atau pendusta agamakah kita?

Sifat Munāfiq/ Munafik dalam terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. sifat manusia yang dipandang pendusta agama. Yang dimaksudkan dengan mendusta agama adalah riya atau berbangga Ketika sholat untuk dilihat oleh orang lain. Serta ancaman bagi orang yang lalai dalam salat dan riya.


2. Celakalah Golongan Munafik dan Pendusta Agama 

Mengapa celaka golongan munafik dan Pendusta agama, sifat munafik adalah ketidak seimbangan antara zohir dan batin. Tidak sesuai antara perkataan dan perbuatan. Ketidakseimbangan antara zohir dan bathin

Apakah engkau melihat (aroaita) orang-orang yang mendustakan (yukazzibu) agama (addiin) ". Kita melihat, kita mengetahui tapi menutup mata 

Aroaita : melihat, rokyu (pandangan). Adapun apa yang dilihat bukanlah sekedar dengan mata yang ada pada tubuh diri kita, tetapi lebih jauh lagi yaitu sumber energi penglihatan di dalam diri manusia. Nabiyyunaa, Muhammad ﷺ memiliki pandangan bathin terbaik. Beliaulah sumber dari semua energi penglihatan yang ada pada seluruh alam dan isinya.

Yukazzibu : Melalui pandangan beliau ﷺ , ternyata sangat banyak para pendusta agama. Belajar agama dan hukum agama tetapi tidak bersesuaian dengan praktek keseimbangan yaitu beramal zohir dan bathin. 

Mereka Pendusta agama dengan menyampaikan hukum agama tetapi diri sendiri tiada beramal dengan seimbang. Para pendusta agama) itu adalah yatiim atau sendiri atau hanya beramal zohir saja.

Pendusta agama tidak memberi makan bathin yang  miskin karena yang diberi makan hanya tubuh pisik/ zohir (tubuh) padahal bathinnya juga butuh makanan. Sehingga miskin bathin karena tiada pernah tahu apa kebutuhan bathin itu sendiri. Jadi, jangan hanya tubuh (zohir) yang makan, bathin juga harus makan 

“Maka celakalah (masuk neraka weil) pelaku sholat yang lalai (saahuun) " bermakna: tiadalah seseorang mengerjakan sholat kecuali dilaksanakan oleh bathin dan zhohir secara bersamaan. Itulah disebut menegakkan sholat (aqiimissholaat). 

Maka sangatlah banyak (hampir seluruh manusia) hanya melaksanakan sholat bukan menegakkan sholat. Manusia kebanyakan itu mengerjakan sholat, bukan menegakkan sholat. Artinya dalam bathinnya pelaku sholat, tiada amal yang jelas alias lalai (tiada ingat kepada yang disembah). 

Lantas kemanakah sholat nya menuju? Mereka kerjakan untuk riya (pamer) " Sungguh sholat yang dikerjakan itu hanya yang zohir saja. Bathin nya tidak ada beramal. Semua hanya yang terlihat saja dengan mata zohir. Mereka itu disebut RIYA.


Padahal, sejatinya Sholat untuk mencegah dari hal-hal yang tidak bermanfaat (maa'uun)". Siapapun para ahli agama yang disebut pendusta, dialah yang beramal hanya zohir tanpa amal bathin, khususnya sholat. Maka orang-orang demikian tiada memberi manfaat secara seimbang kecuali hanya pandangan (ro'yu : akal) secara zohir saja. Karena akhir hidup (mati) tubuh manusia adalah urusan bathin yang sifatnya abadi.


3. Pesan/Simpulan Surah Al-Maa’uun (QS:107): 

a. Amal dalam hidup ini adalah amal zhohir dan bathin dan itu jelas wajib dilaksanakan bersamaan.

b. Ahli agama yang hanya beramal urusan zohir saja, merekalah pendusta agama.

c. Para ahli agama yang pendusta, merekalah yang mendapat siksa paling hebat di hari kiamat nanti.


Referensi:  

https://www.taubi.my.id/almaauun


This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement