Yusni ألهم الصديق

bismillah

08 Juni 2024

author photo

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

 

Sahabat TAUBI semua.

 

 

1.         Alfatiha 7:3

Surah Al-Fatihah sebagai ummul kitab merupakan surah pertama dalam al-Qur'an tergolong surah makiyah dan terdiri dari tujuh ayat. Pada ayat ke 7 surah Alfatiha Ihdina Shirathal laziina an’amta ‘alaihim ghairul magdhub i ‘alaihim wa lad dhaliin’ bermakna: “tunjukanlah kami jalan yang lurus Jalan orang-orang yang Engkau (Allah) beri ni'mat atas mereka. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan juga jalan mereka yang sesat "

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian akhir yaitu "Waladdhooolliiin" yang artinya "bukan jalan orang-orang yang sesat."

 

Doolliin bermakna golongan orang-orang yang sesat. Artinya mereka telah berada dalam petunjuk tapi mereka mengabaikan dan merasa benar. Sungguh inilah ciri-ciri orang sebenar sombong. Maka dengan tegas dapat dipastikan bahwa ciri sesat itu adalah sombong.

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima dan merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang mampu. Secara etimologi, Haji bermakna “bermaksud, menghendaki, atau menyengaja (qasdu)”, secara terminologi, haji adalah bermaksud menuju Baitullah al-Haram (Ka’bah) untuk melakukan ibadah tertentu (haji)

 

dalil diwajibkannya haji ialah dalam Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman:

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (QS Ali ‘Imran: 97).

Syekh Khatib asy-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj mengatakan, ibadah haji ke Baitullah al-Haram sudah sering dilakukan orang sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Adam ‘alaihissalam berjalan kaki dari daratan India untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah al-Mukarramah. Sesampainya di sana, Malaikat Jibril menemuinya dan mengabarkan bahwa sesungguhnya para malaikat sudah melakukan tawaf di Baitullah selama tujuh ribu tahun

 

 

2.        Sesat pada Haji

 

Sahabat Taubi semua

Mengapa ada Sesat pada Haji?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 3 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Haji. maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah sebut sesat.

 

Aktifitas ibadah Haji telah merangkum tentang banyak rahasia pada ayat 7 bagian 3 ini. Haji dari kata bahasa arab "hajj" artinya adalah sengaja. Maka makna secara umum berhaji ke Baitullah yaitu sengaja pergi ke Baitullah. Mekkah Almukarommah tempat letaknya ka'bah (kiblat sholat seluruh umat Islam).

Nabi Adam, bapak manusia, harus keluar dari surga karena tergoda oleh bujuk rayuannya (QS al-Baqarah: 36). Dikatakan, syaitan akan memukul dan menyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah. ''Kemudian saya (syaitan/iblis) akan mendatangi mereka (manusia) dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur/taat.'' (QS al-A'raaf: 17).

Pada aktifitas haji dapat dilihat secara keseluruhan adalah bergerak/ berpindah atau disebut dalam Islam sebagai hijrah.

 

Inilah bermula perjalanan manusia yang Allah sengaja dengan maksud saling mengenal. Allah telah berkehendak (menetapkan) bahwa nabi Adam AS dicipta sebagai manusia pertama yang mengalami hijrah (berpindah) dari alam akhirat (surga) menuju alam dunia fana ini. Beliaulah yang memiliki hakikat ilmu tentang rukun Islam ke 5 ini, yaitu Haji.

Haji tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah dan kisah kenabian Ibrahim As. Sebagai seorang Nabi yang dikenal dengan sebutan “Abu alTauhîd”, ketokohan Ibrahim juga membangun pengaruh yang sangat besar dalam sejarah agama-agama samawi, sejarah ibadah haji bahkan sudah disebut-sebut telah dimulai sejak proses awal penciptaan nenek moyang manusia, Nabi Adam As. Konon, posisi Ka‟bah Baitullah -sebagai kiblat ritual pokok umat Islam- telah dibangun dan ditentukan oleh Allah Swt. pada masa ini, jauh sebelum perintah pendiriannya pada masa kenabian Ibrahim dan Isma‟il „alaihima al-salâm (Adam

: 1993 : 122).

 

 

Maka siapa yang paham hal tersirat pada rangkaian ibadah haji, itulah tahapan-tahapan menuju jalan Allah yang lebih rinci. Semua itu menggambarkan kisah nabi Adam AS bersama istrinya, Siti Hawa yang bermula di surga lalu turun ke dunia disebabkan sifat lalai (goflah) sehingga berbuat pelanggaran (sesuatu yang dilarang).

Berdasarkan paparan di atas yang dimaksudkan sesat pada haji adalah: Goflah atau lalai karena goadaan Iblis, seperti Nabiyullah Adam AS, Sombong karena Haji adalah keseimbangan zahir dan batin sehingga perjalan haji bukan hanya hijrah badan tetapi harus disertai dengan ibadah bathin. Sejarah Naiyullah Ibrahim AS dalam mencari dan menemukan jawaban dalam mencari Tuhan, kemudian Siti Hajar, Nabi Ismail dengan sejarah Qurban, yang merupakan tahapan-tahapan ibadah haji yang menuntut kesabaran dan ketabahan dalam beribadah.  Hubbuddunia dalam berhaji  (Belanja, healing, salah niat berhaji, selfi) sehingga tidak seimbang ibadah zahir dan bathin.

.

3. Konklusi dan Solusi  


 Sahabat TAUBI semua.

               Doolliin: ini adalah golongan orang-orang yang sesat pada haji dengan ciri lalai, sesat,                            tergoda  (Iblis, Syaithon,  Manusia, Nikmat dunia/ hubbudunnia), dan sombong.  Sesat pada                  haji adalah: Goflah atau lalai karena goadaan, Haji adalah keseimbangan zahir dan batin.                              Mengingat Sejarah Naiyullah Ibrahim AS, Siti Hajar, Nabi Ismail pada tahapan-tahapan                   ibadah haji dalam menuntut kesabaran dan ketabahan dalam beribadah.  Jauhi Hubbuddunia                    dalam berhaji  (Belanja, healing, salah niat berhaji, selfi)

Mari kita evaluasi dan memperbaiki diri dengan menghindari sejauh mungkin Goflah, bersikap sombong, Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berangkat haji ke Makkah Almukarromah, aamiin..

 

Wallahua’lambisshawab.

              Assalamualaikum Warhamtullahi Wabarakatuh

 

Referensi:

https://www.taubi.my.id/alfatiha

https://www.taubi.my.id/alfaatiha-ayat-73

https://www.taubi.my.id/hikmat    07-Juni-2024 

https://tanwir.id/mengurai-makna-al-maghdub-dan-dhaliin-dalam-al-fatihah/

 

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement